Pregnancy

ECV Sukses! Kepala Bayi Akhirnya Sudah Dibawah

ff37ef343251327b4bf20d316feae877

Memasuki trimester 3 kehamilan, pertemuan dengan Midwife jadi lebih intens, 2 minggu sekali. Salah satu yang selalu dipantau dan membuatku agak gelisah adalah posisi kepala si adek bayi. Sepertinya sih dia masih belum berputar kebawah. Alias breech position. Meski belum di scan ultrasound, cuma diraba aja, midwife sudah yakin.

Katanya sih untuk kehamilan pertama memang sering terjadi karena otot perut si mama masih kuat sekali, jadi si bayi agak sulit untuk berputar. Atau kamu lagi belum mood aja mungkin ya nak?Tepat di usia kehamilan 37 minggu, 16 Mei 2016, aku dirujuk ke rumah sakit untuk scan ultrasound untuk mengetahui posisi bayi secara pasti. Yes yes! Sepanjang perjalanan dari klinik ke rumah sakit, aku dan suami gembira sekali. Karena ini bakal jadi scan ketiga. Gimana ya bentuknya si adek bayi ini? Pasti lucu kalau gerak-gerak gitu. Semoga bisa tau cewek atau cowoknya. Kira-kira itu topik obrolan kami sepanjang perjalanan dengan pipi mengembang tersundut senyum lebar.

Sampai disana, ternyata ya betul posisi si adek bayi. Dan juga tidak ada yang tahu ini anak cewek atau cowok, yah!!

Tidak seperti serunya obrolan kami di jalan tadi, suasana jadi serius karena sekarang dihadapkan pada 2 pilihan. Mau dijadwalkan caesarean section di usia 39 minggu karena tidak dianjurkan untuk vaginal delivery atau menjalani External Cephalic Version. ECV ini treatment untuk mengubah posisi bayi dengan cara diputar dari luar secara manual. Mirip seperti teknik pijat. Si dokter bilang bakal sedikit uncomfortable dan ada resiko tidak berhasil.

Ah! Tentu saja aku pilih yang kedua, karena mati-matian nggak mau c-section. Mau yang alami aja. Pasti beruntung dan berhasil lah ya, begitu pikirku karena kehamilan ini belum pernah ada masalah. So, positive thinking aja!

Nggak berlama-lama, karena sepertinya hari ini memang benar lagi beruntung, calon mama ini langsung dibawa menuju ke kamar treatment untuk persiapan ECV hari itu juga! Wah!

Untuk pertama kalinya dipasangkan alat rekam detak jantung bayi yang dipasangkan di perut. Karena belum dimulai aku senyum-senyum saja, tidak sabar dengan hasilnya. Karena kalau berhasil pasti akan mendekati hari kelahiran. Sudah nggak sabar banget!

Setelah dinyatakan detak jantung dan posisi bayi siap, salah satu midwife supervisor yang ahli dalam melakukan ECV mulai menjelaskan prosesnya. Berkali-kali dia menekankan kalau ini bakal uncomfortable. Jadi makin sangsi deh, se-uncomfortable apa sih. DAN… Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, sangat mungkin bayi akan dilahirkan dengan proses c-section saat itu juga. HAH??

Sudahlah, ini pasti berhasil! Aku mencoba untuk rileks setelah dibantu dengan suntikan yang membuat otot-otot lemas. Ini harus berhasil! Karena aku nggak mau melahirkan dengan c-section, apalagi kalau harus hari ini.

Mulailah si midwife supervisor yang namanya sama dengan nama mamaku ini memegang perutku yang super besar ini. Dengan kuat (sekali), seperti mencengkram bagian kepala bayi dan pantat lalu dia membuat gerakan berputar. Rasanya…. ternyata bukan uncomfortable, tapi sakit! Ini sih sudah seperti di sinshe kalau di Indonesia. Duh gila! Aku masih bertahan dan dia lakukan lagi kedua kalinya. Slep! Aku merasa ada yang bergerak diperutku. Mungkin bagian kaki atau tangan. Dan sukses! Setelah dicek melalui ultrasound, kepala adek bayi sudah di bawah. Untunglah. Dalam hati aku lega sekali karena sakitnya bukan main! Apalagi kalau tahu hari kelahiran bakal semakin dekat.

Aku tidak menyangka akan menjalani ECV yang rasanya aduhai ini, huh! Rasa sakit ‘njarem’nya juga nggak berhenti sampai saat itu juga, aku bisa merasakan sampai beberapa hari lho. Sama rasanya seperti setelah dipijat capek.

Kalau-kalau si adek bayi berputar ke posisi semula rasanya aku menyerah. Tidak mau ECV lagi. Aku berserah aja sama yang diatas, supaya saat lahir dia dah diposisi yang benar. Atau kalau tidak ya berakhir dengan c-section. My big no!

Sejak hari itu aku semakin hati-hati supaya tidak sengaja mengajak si adek bayi berputar. Duduk, jalan, tidur, semuanya aku lakukan dengan hati-hati. Bahkan aku mulai memperbanyak squat dan acara jongkok-jongkok lainnya. Semoga cepat lahir ya nak! Mama pengen segera lihat kamu, dan ini sudah keberatan!

Lia.

Advertisements

One thought on “ECV Sukses! Kepala Bayi Akhirnya Sudah Dibawah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s