Family · Mum & Baby

Memberi Bayi Petunjuk untuk Tidur dengan Bedtime Routine 3B

Banyak orang yang kaget kalau tau J mandinya malam menjelang jam tidur. Selalu di atas jam 6 sore, jadi bisa dibilang malam. Ini aku lakukan sejak awal dia lahir. Aneh kan ya kalau kita tau mandi tuh cuma sekali sehari, udah malam, anak kecil lagi. Dari kecil aku juga taunya mandi itu pagi dan sore. Tapi buat J, aku bikin mandi sebagai salah satu rutinitas menjelang tidur (bedtime routine), tujuannya untuk membuatnya rileks atau aku biasanya bilangnya wind down. Kegiatan ini aku sesuaikan dengan keadaan di Inggris ya, disini hawanya sejuk cenderung dingin. Jadi nggak keringetan. Malah kalau sering mandi, minyak asli yg dikeluarkan tubuh kita jadi cepet hilang, akhirnya kulit kering parah.

Punya bedtime routine ini penting banget lho. Karena saat bayi lahir, dia nggak bakal ngerti ini jam berapa, saatnya ngapain. Mereka nggak ngerti ada satuan waktu. Sampe akhirnya dia mulai bisa mengerti gelap dan terang di bulan-bulan awal kelahirannya. Nah tugasnya orang tua untuk ngasih petunjuk ke dia, ini waktunya nenen, ini waktunya mandi, ini waktunya tidur. Caranya dengan melakukan segala sesuatu secara rutin. Kudu urut, stabil dan konsisten (ini susah!) tiap hari. Bayi suka itu lho. Karena mereka bisa expect setelah ini ngapain ngapain. Bayangin aja kalo kita jadi manusia yang lemah, nggak bisa ngomong, nggak bisa ngapa-ngapain. Mau nggak sih melakukan sesuatu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu? Jadi ini salah satu cara menghargai para bayi-bayi ini ya. Ini bakal menumbuhkan rasa percaya diri mereka karena jelas mereka bakal feel safe and feel like they are part of it.

Bedtime routine yang paling umum adalah 3B, yaitu Bath-Book-Bed. Ini aku baca dari bukunya Jo Frost ya. Dan aku punya rumus tambahan sendiri yang bakal aku tulis diakhir post ini.

Pertama, Bath. Bathtime ini selalu seru ya bagiku (uma diawal aja deg-degan hehe.) Karena dari awal J suka banget saat dimandiin. Nggak pernah nangis seperti yang aku bayangkan. Dan mandi itu ngasih sensasi baru ke dia, akhirnya apaa…. Sesaat setelah mandi jadi capek dia, karena indera perabanya menemukan sesuatu yang baru kali ya. Tapi ini cm bertahan di 1-2 bulan awal aja sih, cuma lumayan kan!

Nah saat beranjak besar, kayaknya nggak mungkin kalau aku nyuruh J yang lagi hyper dan sangat antusias main langsung tidur. Aku kasi petunjuk dia untuk wind down dengan mandi. Santai-santai kecipak kecipuk air sambil ngobrol. Beda banget sama aktivitas sebelumnya yang main lari kesana kemari. Setelah diangkat dari bak, masih bisa cuddling diatas changing table. Pijet dikit pake coconut oil (We don’t use minyak telon). Pokoknya bikin rileks dia. Ini berlaku sampe dia mulai mobile.

Kedua, Book. Bacain buku ini jadi kegiatan bonding yang menyenangkan. Karena bener-bener kita ngomong, dan anaknya dengerin. Meskipun dia belum ngerti, anak bayi seneng lho denger suara ibu atau bapaknya yang berirama. Ngeliatin kita balikin halaman aja suka. Kosakata yang masuk dalam memorinya juga nambah. Ini menurut Jo Frost ya, dan bener J suka kok. Malah dia suka nungguin kapan waktunya ngbalik halamannya.

Aku selalu bacain buku yang sama dari dulu sampe usia 1,5 tahun ini. J nggak pernah nolak, malah dia udah ngerti kalau baca buku itu waktunya bobok. Nggak bosen juga, malah lama kelamaan dia makin hafal, bisa melafalkan nama-nama benda yang ada di buku itu.

Ketiga, Bed. Ini butuh suasana yang tenang, lampu sudah diremangkan, popoknya kering dan no toys! Sampe usia 1 tahun aku biasain ruang tidur beda dengan ruang main. Jadi setelah masuk bedtime routine emang nggak ada mainan lagi. Aku jelasin ini waktunya tidur. Puk-puk aja udah cukup bagi J yang tidur di cot (box bayi).

3 rutinitas diatas ini rutinitas yang paling umum ya. Selain dapat dari bacaan buku, aku juga selalu nemu 3B ini diberbagai parenting website dan juga disarankan dari Children Centrenya J. Sekarang bedtime routine ala J ya. Aku tambahin  kegiatan lain. Jadinya gini:

  1. BATH
  2. BOOK
  3. BREASTMILK
  4. BONEKA + EMPENG
  5. BERDOA
  6. BERNYANYI
  7. BED

Ketambahan 4 items dari pengalamanku dan J (banyak-iya!). Aku kasi dia top up breastmilk untuk memastikan dia kenyang. Lalu memberikan dia comforter (post selanjutnya bakal bahas tentang pentingnya comforter) berupa boneka + empeng supaya dia merasa ada temen selama tidur, karena dia tidurnya di cot sendiri, pisah sama aku. Meskipun di kamar sendiri. Lalu berdoa dan bernyanyi dengan doa dan lagu yang sama. Setiap hari. Konsisten!

Hasilnya Bedtime Routine apa? Kalau yang aku rasakan, khususnya di sekitar setahun awal, waktu menjelang tidur jadi lebih santai. I know what I do, dan begitu juga dengan J. Semuanya dilakukan sesuai dengan step-step terencana. Jadi kami berdua tidak perlu menebak-nebak apa yang akan terjadi beberapa menit kedepan. Paling tidak, ini memberi ketenangan buatku sebagi seorang ibu. Nggak clueless.

Post ini ditulis berdasarkan pengalaman bedtime routine si J di tahun pertama. Alias masa bayi. Saat memasuki masa transisi ke toddler, yaitu yang aku rasakan sekarang sudah beda lagi (BEDA banget -iya!). Nggak relevan ini tulisanku yang diatas. Jadi kalau aku sudah lulus toddlerhood, semoga bisa meneruskan tulisan tentang bedtime routine lagi ya 🙂

Sekian.

Lia.

SaveSave

Advertisements

2 thoughts on “Memberi Bayi Petunjuk untuk Tidur dengan Bedtime Routine 3B

  1. halo, salam kenal 😊 saya juga punya ritual sblm tidur buat bayi yg skrg masih 2 bulan. lumayan bikin mamanya waras krn malem dia ga begadang. tapi pas sebulan kemarin mudik ke rumah ortu, oh no rusak sudah jam tidurnya. dia tidur panjang siang dan malamnya melek lebar. duh bikin stress. karena ada beberapa faktor yg bikin dia ga bisa tidur nyenyak malem. pun kdg kalo dia bangun sekadar untuk minta susu atau ganti popok,langsung diajakin main main ama neneknya. alhasil jadi rusak deh jam tidurnya.

    Like

    1. Halo. Thanks sudah baca dan komen 🙂 semangat ya mba! Kita aja org dewasa kalo pindah tempat tidur juga susah tidur kan. Apalagi anak kecil yg blm bisa ngontrol dirinya. Saya juga punya pengalaman anak jetlag plus ketemu dg kakek nenek happy banget ketemu cucunya. Klop deh hehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s