Family · Mum & Baby

Mana Bisa Anak Kecil Disuruh Menunggu?

Pernahkah Anda ditanya “kegiatan apa yang paling tidak disukai?”. Pasti tidak sedikit yang menjawab “Menunggu”. Memang tidak ada orang yang suka menunggu, apalagi yang tidak pasti. Ya kan?

Orang dewasa aja tidak suka menunggu, bagaimana dengan anak-anak?

Anak-anak bukan hanya tidak suka, tapi mereka tidak bisa menunggu. Di usia balita mereka masih belum paham betul konsep waktu. Pembelajarannya juga tidak bisa dalam waktu singkat. Bertahap. Dimulai dari perintah “sebentar ya nak”, hingga ada satuan waktunya, “5 menit lagi ya nak”.

Saat ini my little J sedang banyak belajar tentang arti menunggu. Terutama sejak menjadi kakak. Jika sebelumnya dia adalah satu-satunya yang saya perhatikan, sekarang saya harus gantian memperhatikan mereka berdua. Jadinya salah satu dari mereka wajib menunggu. 1 banding 2 nih!

Dia belajar untuk menunggu mamanya menyusui, mengganti popok dan menidurkan. Di minggu awal sungguh berat mengajarkan bagaimana cara menunggu saya mengurus adiknya. Tapi sekarang dia sudah mengerti bagaimana proses yang akan dilalui jika saya memintanya menunggu. Karena saya selalu melakukan hal yang sama. Saat misalnya akan menidurkan adik, saya mematikan lampu, menyalakan white noise, dan diam. Dia pun akhirnya memilih asik sendiri. Saat saya bilang “adik sudah bobok, ayo main di kamar J” diapun langsung bergegas menuju kamarnya.

Belajar menunggu yang lain adalah menunggu bis di halte, dan menunggu lampu penyebrangan jalan berubah menjadi hijau. Tidak mudah awalnya. Tapi karena sudah dilakukan berulang kali dan menjadi rutinitas kini dia sudah mulai paham. Meski dia belum tahu betul satuan waktu, dia tau apa yang akan terjadi dalam beberapa saat kedepan. Paling tidak dia akan merasa aman dan percaya diri.

Makanya itu banyak ilmu parenting yang menyarankan untuk membuat rutinitas untuk anak, bahkan dari newborn sekalipun. Supaya si bayi tidak menunggu-nunggu sesuatu yang belum jelas. Mereka tidak perlu menunggu waktu minum susu kalau tau dia akan minum susu setelah bangun tidur, lalu dia akan beraktivitas, ganti popok, main, mandi lalu tidur lagi. Anak kecil menyukai rutinitas, ingat!

Sama halnya dengan saat anak menangis, jangan berharap dia paham apa yang sedang orang tuanya lakukan. Mau sesibuk apapun orang tuanya. Karena mereka nggak bakal bisa menunggu, kalau nangisnya sekarang ya penuhi kebutuhannya sesegera mungkin. Semakin Anda mengulur waktu, semakin dia akan resah karena lagi-lagi dia masih belum paham tentang konsep waktu.

Jadi jawabannya anak kecil bisa menunggu dengan bantuan rutinitas dan perlu proses.

Cara yang saya terapkan untuk mulai mengajarkan menunggu adalah sabar, konsisten dan berikan contoh. Sabar dalam melihat perkembangan anak. Konsisten misalnya kalau mau ngajarin nunggu lampu penyebrangan jalan ya jangan nerobos lampu merah meski sedang terburu-buru. Berikan contoh juga saat Anda menunggu, misalnya saat menunggu dibukakan pintu, menunggu antrian dan lainnya.

Sekian.

Lia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s